Monday, 25 February 2013

CINTA...

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikum wr wb


AKU INGIN MENUA BERSAMAMU
DUDUK BERDUA DITERAS RUMAH SAMBIL MENIKMATI HANGATNYA SECANGKIR CAMERON TEA
DITEMANI KECERIAAN BUNGA-BUNGA YANG TERSENYUM RIANG DI HALAMAN RUMAH KITA, YANG MENULARKAN SENYUMANNYA PADA WAJAH KITA YANG MULAI KERIPUT 
BAHAGIA MELIHAT ANAK-ANAK KITA YANG SUDAH MEMBINA KELUARGANYA MASING-MASING
MENJALANI PROSES TANPA MERASA KHAWATIR SEDIKITPUN CINTAMU AKAN PERGI DAN MEMUDAR SEIRING DENGAN PUDARNYA KECANTIKANKU

#EAAAAAA maap lagi kumat puitisnya :p

Sunday, 27 January 2013

Rezeki dari siapa?

Assalamualaikum wr wb
Bismillahirohmanirrohim

Ketika mendapat pertanyaan
Rezeki dari siapa?
Rezeki siapa yang ngasih?
Rezeki siapa yang ngatur?

Bagi yang ngaku islam pastinya serentak bulat suara menjawab "Allah"

Tapi coba gabung di komunitas emak-emak.
Ada emak-emak yang ga mau berhenti bekerja walau anak ga keurus, bukan karena alasan ekonomi sulit atau nafkah dari suami kurang. Tapi karena alasan ntar kalo suami kawin lagi gimana? Kalo suami selingkuh gimana? Kalau suami mati gimana?

Ada juga emak-emak yang sudah berhenti kerja menyesali keputusannya karena setelah dia lecek didapur suami malah selingkuh, sementara mau minta cerai mikir mau makan apaaaaa? Anak-anak gimana nasibnyaaa? Mau dikasih makan apa anakkkuuu? Jadi aja bertahan makan ati sampe tua, keriput, jelek, manyun, nangis bertahun-tahun.

Selama ini aku baca di blog, kisah di majalah wherever lah, aku cuma ga habis pikir. Nih emak-emak percaya Allah ga ya?
Apakah hidup kayak gitu bisa bahagia?

Karena kalau menurut aku, bahkan anakpun ga layak jadi alasan kita sebagai istri untuk bertahan dalam kondisi seperti itu kalau hati tidak ikhlas. Kecuali kalau hati ikhlas ya, maka ga akan ada cerita ...jelek, manyun, nagis bertahun-tahun. Kalo hati ikhlas mah pasti bahagia apapun yang dilakukan suami.

Kemaren aku denger inspirasi dari Prof Dr Muhaya, beliau mengatakan hati-hati buat para istri. "Ketika istri menganggap rezeki yang memberi suami bukan dari Allah, maka rusaklah akidahnya"

Aku ngerti maksudnya, bukannya nyuruh istri langsung nuntut cerai, tapi beliau menuntun untuk ikhlas. Sebagai istri kita harus ikhlas, ketika kita mencintai Allah lebih dari siapapun maka kita ga perlu menuntut cinta suamilah, anaklah, tetanggalah.

"Illahi Kau yang kutuju
RidhoMu yang kucari"

Maka kita akan berbakti pada suami bukan karena mengharap balasan cinta suami, tetapi mengharap cinta dan ridho Allah.

Berbuat baik kepada siapa aja bukan karena mengharap dibalas dengan perbuatan baik juga, tapi mengharap kebaikan dari Allah.

Ketika istri bertahan karena ingin mencari ridho Allah, bukan karena takut ga MAKAN, ga ada RUMAH maka sang istri akan tetap BAHAGIA, APAPUN yang dilakukan suami diluar sana.

So buat istri-istri, bunda-bunda janganlah risau sangat pasal rezeki. Semut dalam tanah, lubang kecil, gelap pun ada rezekinya dari Allah, apalagi kita manusia.

Buat istri-istri, bunda-bunda yang hari ini bahagia dengan anak dan suami, kelimpahan rezeki, janganlah bakhil sangat. Kita tak tau nasib kita esok lusa, siapa tahu rezeki kita dari orang yang kesiankan kita :).

Tuesday, 22 January 2013

Prof. Dr. Muhaya Hj Mohammad

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikum wr wb

Semalam nonton acara semanis kurma yang topiknya membina pewaris Nabi kalo ga salah.  Disitu ada nara sumber yang hadir seorang inspirator bernama Prof Dr Muhaya Mohammad. Kayaknya sih udah berumur, badannya tinggi besar. Beliau mengenakan pakaian tertutup entah gamis atau baju kurung melayu, aku kurang memperhatikan. Yang aku lihat beliau memakai jilbab besar yang menutup dada. Wajahnya kalo dibilang cantik sih ga cantik-cantik banget, tapi auranya wuihhh.. Senyumnya, seolah menggambarkan ga ada masalah di dunia ini yang bisa bikin beliau manyun kayak aku hari itu haha. Melihat beliau bicara sambil tersenyum dan bersemangat dengan nada yang amat sangat lembut dan santun membuat aku serasa ditampar bolak-balik tapi tetep jatuh cinta dengan wejangan-wejangannya.

Aku malu ketika mendengar wejangan dari beliau.
Malu akan sikapku
Malu akan semua kekuranganku
Malu akan keegoisanku
Malu akan ketidakikhlasanku
Malu akan kekurangan ilmuku
Malu akan kecetekanku
Malu akan sikap kakuku
Malu akan kekerasan hatiku

Sepertinya Allah menjawab semua doaku melalui beliau
Doaku yang selalu dilimpahkan rahmat dan hidayah
Seperti langsung dijawab oleh Allah melalui ucapan dari mulut Prof Dr. Muhaya Mohammad
Semoga aku bisa menjadi insan yang termasuk dalam golongan yang sedikit yang dapat visa ke surga Amin YRA

Monday, 21 January 2013

Rasa

Kumerasa sesuatu yang "ajaib" entah apa
Ternyata kau melakukan hal "ajaib"

Sekuat tenaga kucoba menampik rasa
Tapi memang tak semudah itu

Dan rasa itu tak bisa hilang
Dan akupun menghilang

Rasa-rasanya memang kau tak merasa
Dan ternyata aku terlalu peka rasa

Rasaku dan rasamu linear
Dan mungkin tak kan pernah bertemu

Sila rasakan sendiri ketika kau merasa
Kutunggu kau disudut rasa
Kala rasa belum terlanjur hampa

#cieciecie abis baca biaografi Chairil Anwar hahahaha

Wednesday, 16 January 2013

Banjir Jakarta

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikum wr wb

Buat saudara-saudaraku
Untuk saudara-saudaraku yang sedang punya masalah dengan runah tangga
Untuk saudara-saudaraku yang sedang punya masalah dalam bisnis
Untuk saudara-saudaraku yang sedang sakit
Untuk saudara-saudaraku yang sedang khawatir dengan anak yang sakit
Untuk saudara-saudaraku yang mengharap kesembuhan penyakit orang tua
Untuk saudara-saudaraku yang ingin bisnisnya lancar
Untuk saudara-saudaraku yang pusing tak kunjung dapat pekerjaan
Untuk saudara-saudaraku yang pusing abis ditipu investasi bodong
Untuk saudara-saudaraku yang sangat membutuhkan pertolongan Allah

Rosul pernah bersabda
"Tiada henti-hentinya Allah memenuhi kebutuhan seseorang selama orang itu memenuhi kebutuhan saudaranya" (HR Thabrani)

Sekarang saudara-saudara kita membutuhkan pertolongan kita, mari penuhi kebutuhan mereka jika kita masih mengharap Allah akan memenuhi kebutuhan kita.

Silahkan salurkan lewat:

@Rumah Zakat:
Bank muamalat 101 0036115 an Yayasan Rumah Zakat Indonesia
BNI syariah.      155 555 5589 a.n. Yayasan Rumah Zakat Indonesia
BCA.                  094 301 6001 a.n Yayasan Rumah Zakat Indonesia
BSM.                 125 00155 55 a.n. Yayasan Rumah Zakat Indonesia
BRI syariah.      1000 859 172 a.n. YAyasan Rumah Zakat Indonesia
Mandiri.             132000 481 974 5 a.n. YAY Rumah Zakat Indonesia

@ACTforhumanity
BCA.    6760303133
BNI 014 076 5481
Permata 0971144033
CIMB 0800100984009
BSM 1660021212
BRI 092 401 000 18304
Mandiri 1010004802482
Semua atas nama Aksi Cepat Tanggap

Atau boleh langsung berinteraksi dengan account twitter @RumahZakat atau @ACTforhumanity.
Selamat berbagi...
Selamat mengharap pertolongan Allah...
Selamat mengharap berkah Allah...
Selamat melepas beban dan masalah...
Selamat mendapatkan balasan yang tak terduga...
Selamat mencicipi keajaiban berbagi...
Selamat merasakan bahagianya menolong sesama...

Semoga saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir diberi ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini Amin YRA.









Wednesday, 9 January 2013

Cinta tapi Beda VS Minang dan Islam

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikum wr wb

Beberapa hari ini di twitter ada ribut-ribut film Cinta tapi Beda. Katanya film ini melecehkan atau menghina adat Minang. Heishhh,,, sebagai seorang yang dialiri 100% darah Minang aku ngerasa tertarik untuk mengetahui apa sih masalahnya. Meskipun kata pamanku aku ini anak Minang salah asuhan karena tidak bisa ngomong bahasa Padang ehehe..

Ternyata oh ternyata...
Aku memang blom nonton filmnya tapi setelah baca ini http://chirpstory.com/li/45221 kultwit dari Uni @Fahiraidris ga nontonpun bisa menangkap pesan dari film itu. 
Aku sepakat dengan Uni, film ini memang keterlaluan, sangat menyesatkan.
Kalo pendapatku film ini bertujuan untuk mencuci otak abg abg labil yang dimabuk cinta.
Secara getho loh.. aku kan dulu pernah abg juga :D .
Kalo menurut Uni Fahira film ini adalah film pesanan. Kalo memang benar pesanan, firasatku pemesannya sama dengan pemesan film Perempuan Berkalung Sorban.
Intinya tujuan mereka adalah memprovokasi remaja dan pemuda untuk berontak apa-apa yang yang sudah ditetapkan dalam ajaran agama atas nama cinta.
Jadi agamalah yang membuat mereka menderita dan cinta mereka terpasung oleh agama dan orang tua. Jadi pelaku cinta sah menjadi korban yang teraniaya dan membawa penonton untuk membela mereka.

Film yang menggiring seorang anak untuk melawan aturan orang tua demi cinta.
Film yang menggiring seorang hamba untuk berontak pada Tuhannya demi cinta.

Aku pernah membaca kalau di daerah jawa ga sedikit keluarga yang hidup dalam satu rumah berbeda keyakinan. Ada yang punya kakak Kristen, adik Budha, Abang Islam. Aku juga banyak kenal temen Kristen yang punya sepupu Muslim atau nenek Muslim. Makanya ada yang melabeli jawa sebagai suku paling demokratis.

Tapi aku ga pernah denger orang padang Murtad dan masih diakui keluarganya. Jangankan murtad, menikah beda agama walaupun tidak murtad biasanya udah dibuang. Bahkan aku pernah diwanti-wanti jangan menikah dengan yang berbeda agama walaupun dia bersedia jadi mualaf karena ingin menikahi kita, kecuali udah jadi muallaf sejak lama. Karena ada kisah seorang gadis menikah dengan orang yang bersedia menjadi muallaf untuk menikah, setelah menikah memang kelihatan sangat alim bahkan ibadahnya ngalah-ngalahin kita yang udah islam dari orok, tapi setelah punya anak malah dipaksa ikut ke gereja dan akhirnya diceraikan karena ga nurut ke Gereja.

Bersyukur film ini menjadikan Minang sebagai identitas suku Gadis Katolik itu, sehingga menuai kontroversi dari masyarakat Minang yang memang terkenal konservatif. Bayangkan jika gadis katolik itu adalah dari suku Jawa pastinya tidak ada yang protes. Dan pesan-pesan moral boleh melawan orang tua demi cinta akan lolos. Pesan moral boleh melawan agama demi memperjuangkan cinta juga  akan melenggang kangkung menggerogoti otak muda mudi bangsa kita yang berakhir pada runtuhnya nilai-nilai agama anak-anak kita, ketika lahir bayi dari seorang ibu muslim tidak ada ayah yang bisa mengumandangkan azan ditelinganya. Ketika anak dari ayah muslim tidak ada ibu yang mengajarkan doa makan, tidak ada ibu yang mengajarkan solawat. Dan ketika anak cukup umur diberi hak memilih agama, hanya KTP nya yang beragama karena otaknya udah penuh dengan hal-hal lain. 

Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu
Belajar sesudah dewasa laksana mengukir diatas air

Memang banyak muallaf yang bisa mempelajari tentang Islam dengan cepat, bahkan bisa mengalahkan islam turunan. Tapi ingat itu untuk muallaf yang mencari dan menemukan islam. Bukan untuk muallaf yang harus memilih karena sudah cukup umur untuk memilih salah satu dari agama orang tuanya. 

Disini orang tua dituntut untuk mendidik anak, memberi pemahaman yang jelas tentang agama kepada anak-anaknya agar tau batasan dan tidak kebablasan. Semoga kita sebagai orang tua bisa menjalankan kewajiban itu, Amin YRA.

Siapa yang Lebih Setia?

Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrohmanirrohim

Siapa yang lebih setia?

Judul diatas menarik hatiku untuk nongkrong di depan TV pagi ini. Di acara talk show yang bahkan aku ga tau nama acaranya hehehe. Biasanya pagi-pagi gini mantengin TV Alhijrah, berhubung remote TV ga ketemu jadi pasrah deh nonton TV1.

Diawal acara ada tanyangan wawancara dari beberapa responden perempuan dan lelaki yang menjawab pertanyaan "Siapa yang lebih setia, perempuan atau lelaki?" jawabannya macam-macam kebanyakan responden perempuan menjawab perempuan karena perempuan lebih lembut, ada juga responden laki-laki menjawab lelaki karena lelaki tanggungjawabnya lebih besar.

Seorang nara sumber (sorry, I am bad with names. So kita sepakat nyebut narsum aja ya hehe) mengatakan bahwa kita ga bisa bilang perempuan lebih setia atau lelaki lebih setia. Biasanya kita bisa ngomong gitu hanya berdasarkan pengalaman pribadi aja. Seorang wanita ngomong wanita lebih setia sebab wanita punya hati yang lembut, mungkin karena dia (wanita yang ngomong itu) berhati lembut. Tidak semua wanita berhati lembut. Bagaimana dengan statistik? Statistik memang berdasarkan riset pada sekelompok orang pada rentang waktu tertentu. Dari riset jaman dulu memang diperoleh hasil perempuan lebih setia daripada lelaki. Itu karena perempuan jaman dulu hidupnya dirumah, bergaul dengan tetangga dan sanak family yang sangat kecil peluang untuk bebas bermain mata, sedangkan laki-laki diluar sana pergaulannya sangat luas sehingga punya kesempatan yang lebih besar untuk selingkuh. Tapi riset itu ga relevan lagi dipakai untuk jaman sekarang dimana perempuan juga udah ga tinggal di rumah lagi, bahkan jika di rumahpun ada gadget yang membuat dia bisa bebas berinteraksi dengan siapa saja, ada facebook, twitter dan social media lain yang membuka peluang-peluang untuk tidak setia.

Acara lebih panas lagi ketika dibuka dialog interaktif dengan pemirsa di rumah secara langsung lewat telepon.

Seorang pemirsa perempuan mengatakan dia melakukan perselingkuhan karena untuk membalas dendam pada suaminya yang lebih dulu selingkuh dan dia sama sekali merasa tidak bersalah.

Penelpon lelaki mengatakan perempuan lebih setia karena saham perempuan makin turun sedangkan saham lelaki makin naik (tau kan artinya lelaki makin tua makin berminyak alias tua-tua keladi makin tua makin jadi) dan apabila lelaki mulai suka bersolek, pakai minyak wangi, sering tengok cermin, punya ponsel 2 itu tandanya selingkuh. Pernyataan itu langsung menuai protes dari narsum dan pembawa acara di studio. Yang perempuan ga terima dibilang sahamnya makin turun yang berponsel 2 protes dikatakan tanda selingkuh. Narsum mengatakan belum tentu berponsel 2 tanda selingkuh kecuali ponsel ikut masuk tandas atau sampai mau tidur disembunyiin itu baru tanda ada kecurangan.

Yang paling menarik ada seorang penelpon yang memanggil dirinya sendiri dengan sebutan Ibu, dari suaranya memang jelas ibu itu sudah berumur. Ibu itu mengatakan suaminya punya orang ketiga. Ibu mengetahui dan mengatakan kepada suami jika ingin menambah satu lagi silahkan. Tetapi suami tidak sanggup, apalagi wanita ketiga itu berstatus istri orang. Ibu bertahan sudah 29 tahun dan suami tetap berhubungan dengan wanita itu. Ibu tidak meminta cerai karena ibu sayang anak-anak ibu, sayang mantu, sayang cucu dan Allah pun tidak suka jika kita bercerai berai.

Subhanallah, dari suaranya yang ceria seperti tidak ada setitik kesedihanpun yang tersimpan didalam
dirinya. Seluruh isi studio terkagum-kagum dengan keihlasan ibu itu. Narsum mengatakan bahwa ibu itu memang wanita calon penghuni surga, dia sudah melakukan tugasnya sebagai istri. Sudah mengizinkan suaminya untuk kawin lagi. Dan jika suaminya tetap berbuat dosa itu bukan urusannya lagi, ketika suaminya masuk neraka tidak ada lagi sangkut paut dengan dirinya. Yang penting dia telah melakukan tugasnya yang sempurna sebagai seorang istri dan sebagai seorang ibu yang memberikan hal terbaik untuk anak-anaknya. Seorang narsum wanitapun mengatakan bahwa dia harus banyak belajar dari keikhlasan ibu itu.

Hmmm... Mungkinkah aku bisa menyamai keikhlasan ibu yang luar biasa itu? Untuk sekarang kayaknya enggak deh. Mending berambosss mencari surga ditempat lain hehehe... :p